Sekilas Pandang

Dilihat dari kurun waktu sejarah, Fakultas Ushuluddin UIN Imam Bonjol adalah Fakultas tertua di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang. Tetapi pada perkembangannya, meski ia tertua nampaknya fakultas lain seperti Tarbiayah dan Syariah bahkan Dakwah yang lahir dari rahim Ushuluddin sendiri cenderung lebih dikenal masyarakat secara luas. Ibarat pohon, Fakultas Ushuluddin merupakan fakultas pokok sesuai dengan namanya yang berarti "pokok-pokok agama". Namun keilmuan cabang atau furu' yang pada pekembangannya kemudian berdisi sendiri menjadi fakultas pula sebagaimana disebutkan di atas, lebih familiar bagi masyarakat.

Ada banyak asumsi terkait dengan kecenderungan "kurang dikenalnya" Ushuluddin dibanding fakultas yang lain tersebut. Diantaranya adalah bahwa nama "Ushuluddin" sendiri cenderung "asing" di telinga masyarakat awam. Nama ini berbeda dengan Tarbiyah yang konotasinya sudah tergambar berkaitan dengan pendidikan, Syariah yang konotasinya hukum, Dakwah dengan penyiaran atau tabligh, dan Arab dengan kebudayaan atau peradapan. Apalagi bila dbandingkan dengan fakultas lain di perguruan tinggi umum yang jelas tampak bidang keilmuannya seperti Fakultas Ekonomi, Hukum, Kedokteran, dan lain-lain.

Asumsi lain yang sering juga didengar adalah bahwa bidang ilmu di Fakultas Ushuluddin lebih berorientasi kepada bidang-bidang yang tidak terkait langsung dengan persoalan rill sehari-hari. Ilmu yang ditekuni di Fakultas ini jauh melangit dan hampir tidak menyentuh bumi. Ia berada pada tataran filosofis konseptual bukan pada tataran praktif implementatif. Barangkali pandangan masyarakat ini muncul ketika melihat nama-nama jurusan tang dimiliki Ushuluddin. Akidah Filsafat dan Studi Agama-agam misalnya. Bagi kebanyakan masyarakat - terutama awam , sulit memahami apa yang menjadi oriantasi praktis keilmuan yang ditekuni pada jurusan tersebut. Dalam bahasa sederhana, masyarakat tidak mudah menduga "akan jadi apa alumni" jurusan-jurusan pada Fakultas Ushuluddin ini.

Realitas di atas tidak berarti bahwa Fakultas Ushuluddin kurang populer di masyarakat. Fakultas ini masih menjadi sorotan apalagi alumninya banyak tampil di masyarakat dalam berbagai peran dan fungsi, mulai dari pejabat di lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam baik negeri maupun swasta (IAIN, STAIN, dan STAI), juga di pemerintahan seperti Kementrian Agama dan Pemda. Demikian pula menjadi pendidik (dosen dan guru) serta banyak pula yang berkiprah di sektor swasta, menjadi tokoh politik, ormas keagamaan, dan sebagainya. Terdapat juga bebera[a a;umni yang berkiprah dibidang legislatif, Polisi, TNI, aktivias LSM, dan tentu saja wiraswasta.

Kepopuleran Fakultas ini juga dibuktikan dengan tingginya minat calon mahasiswa untuk masuk ke bidang Psikologi Islam yang berada dibawah bendera Ushuluddin. Tercatat lebih dari 1500 pelamar PTIN memilih jurusan Psikologi sebagai tujuan mereka. Dengan daya tampung hanya 160 orang, Jurusan Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin UIN Imam Bonjol memberikan persyaratan yang cukup ketat sehingga mereka yang beruntung bergabung di jurusan ini harus melewati proses seleksi yang tidak mudah. Melalui proses seleksi dengan perbandingan cukup besar tersebut diharapkan mampu meningkatkan input kualitas mahasiswa yang akan menuntut ilmu di Ushuluddin. Semoga dengan input yang bagus akan konsisten berpengaruh dengan output atau bidang kerja dan profesi yang mereka tekuni pasca lulusa di Ushuluddin juga menjadi lebih berkualitas. Jaya selalu Fakultas Ushuluddin UIN Imam Bonjol Padang!