Sejarah Pendirian

Sejarah Fakultas Ushuluddin UIN (sebelum 2016 adalah IAIN) Imam Bonjol Padang Sumatera Barat, dimulai semenjak berdirinya Fakultas Ushuluddin di Kota Padang Panjang pada awal tahun 1960-an. Fakultas yang berdiri tanggal 5 Mei 1963 ini merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi di bawah Yayasan Imam Bonjol.

Seiring dengan berdirinya IAIN Imam Bonjol Padang yang di resmikan pada 29 November 1966, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI No.77/1966 tertanggal 21 November 1966, maka Fakultas Ushuluddin Padang Panjang ini pun menjadi salah satu Fakultas meski tetap berlokasi di Padang Panjang. Dengan Surat Keputusan Menteri Agama RI tersebut maka IAIN Imam Bonjol saat itu memiliki empat Fakultas yakni Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah di Bukittinggi, dan Fakultas Adab di Payakumbuh.

Beberapa tahun kemudian IAIN Imam Bonjol Padang semakin berkembang dengan bertambahnya cabang yakni Fakultas Dakwah di Solok (1968), Fakultas Ushuluddin Padang Sidempuan (1970) dan Fakultas Tarbiyah di Batusangkar (1971). Pada tahun 1973 Fakultas Ushuluddin di Padang Sidempuan bergabung dengan IAIN Sumatera Utara yang berpusat di Medan.

Sejak 1976 IAIN Imam Bonjol memiliki lima Fakultas yakni; Adab, Dakwah, Syariah, Tarbiyah, dan Ushuluddin yang semuanya berpusat di Kota Padang. Keberadaan Fakultas Syariah di Bukittinggi dan Fakultas Tarbiyah di Batusangkar masih dipertahankan sebagai dua Fakultas cabang. Namun pada tahun 1997, Pemerintah melepaskan semua fakultas-fakultas cabang dari IAIN, dan meresmikan berdirinya 33 STAIN di Indonesia.

Pada tanggal 8 Maret 1978 berdasarkan Surat Rektor No. 47/B.II/IAIN/1978, Fakultas Ushuluddin Padang Panjang dipindahkan ke Padang menempati Kampus IAIN Imam Bonjol di Jalan Sudirman No 15 Padang. Di kampus inilah proses perkuliahan dan kegiatan akademik lainnya dilaksanakan bersama empat fakultas lainnya di lingkungan IAIN Imam Bonjol. Ketika kampus dua IAIN di Lubuk Lintah Kelurahan Andurig, Kecamatan Kuranji, Kota Padang dibangun secara bertahap seluruh Fakultas -kecuali Syariah- pindah dari jalan Sudirman ke lokasi kampus baru ini. Fakultas Ushuluddin sendiri pindah dari Jalan Sudirman ke Lubuk Lintah pada tahun 1980.

Sejak awal ketika periode di Padang Panjang hingga masa awal pindah ke Padang, Fakultas Ushuluddin memilki dua jurusan; Aqidah/ Filsafat yang terdiri dan Jurusan Perbandingan Agama dari mahasiswa tingkat sarjana muda atau tingkat doktoral. Sejak akademik 1989/1990, Fakultas Ushuluddin semakin berkembang dengan munculnya Jurusan Tafsir Hadis. Ketiga jurusan ini telah menghasilkan sarjana yang tidak sedikit dan telah tersebar mengabdi di berbagai instansi pemerintahan dan swasta.

Sejalan dengan perkembangan waktu, Fakultas Ushuluddin sudah mengalami beberapa perubahan, baik dari segi struktur organisasi maupun pertukaran pimpinan. Dari perjalanan Fakultas Ushuluddin terebut, tidak sedikit tantangan dan tuntutan dari berbagai kalangan untuk lebih mengembangkan diri sesuai dengan kemajuan teknologi dan zaman. Perjuangan itu akhirnya memberi hasil dengan terbitnya izin operasional Jurusan Psikologi Islam yang ditetapkan berdasarkan SK. Dirjen Bagais DJII/167/2005 pada tanggal 1 Juni 2005. Jurusan ini dalam perkembangannya mengalami kemajuan antara lain dari jumlah peminat dan juga telah terakreditas oleh BAN PT. Dengan demikian, hingga saat ini Fakultas Ushuluddin UIN Imam Bonjol telah memiliki empat jurusan yaitu Aqidah Filsafat Islam, Studi Agama-agama, Tafsir Hadis, dan Psikologi Islam. Keempat jurusan tersebut telah terakhreditas oleh BAN PT.