Ketika Dosen FUSA UIN Imam Bonjol Padang Go Internasional

Islam sangat percaya pada gagasan kesetaraan gender yang lebih menekankan pada komplementaritas dalam peran kemasyarakatan antara jenis kelamin dan bukan pada kesetaraan total, terlebih lagi ketika peran sosial ini telah ditentukan dan ditentukan di tempat pertama oleh laki-laki. Dengan demikian, komunitas Muslim harus berjuang menuju kesetaraan gender mengadopsi pendidikan sebagai cara terbaik untuk mencapai tujuan. Perspektif Islam tentang pendidikan jika dipahami dengan benar dan dilaksanakan dengan baik akan menjadi jaminan terbaik untuk realisasi kesetaraan gender dalam komunitas Muslim. Ide pendidikan holistik sebagaimana dipahami dalam Islam akan sangat membantu mewujudkan tujuan sosial yang penting ini. Mengingat urgensi kebutuhan masyarakat ini adalah waktu yang tepat bagi lembaga pendidikan tinggi di negara-negara Muslim untuk mengambil inisiatif besar untuk mempopulerkan ajaran Islam tentang kesetaraan gender dan pendidikan holistik dan untuk merencanakan dan melaksanakan program pendidikan sesuai dengan ajaran-ajaran Islam.

Isu inilah yang diangkat dalam SEMINAR INTERNASIONAL PEMBERDAYAAN SOSIAL-PENDIDIKAN WANITA MUSLIM DI ABAD BARU. Seminar ini diadakan di Ruang Senat, Universiti Brunei Darussalam pada tanggal 25-26 April 2018. Sejumlah pembicara nasional dan internasional dihadirkan untuk menampilkan pemikiran mereka untuk mengisi rangkaian seminar yang dilaksanakan secara maraton 2 hari tersebut. Dosen FUSA UIN Imam Bonjol Padang berkempatan tampil sebagai pemakalah yaitu tampil, Dra. Sarmida Hanum, Dr Merison Alizarsali, Rahma Ghania Alhafiza (UIN Imam Bonjol Padang, Indonesia). Tim ini berada dibawah pimpinan Drs. H. Mursal Sah (Universitas Andalas, Padang) dengan Judul Makalah “Kepimpinan Wanita dalam Dunia Islam: Kajian Terhadap Syajarah al-Dur”.

Semoga kegiatan ini bisa menambah semangat dosen-dosen FUSA UIN Imam Bonjol lainnya untuk lebih aktif sebagai pemateri seminar baik di kancah nasional maupun internasional. Dan semoga kajian-kajian serupa juga galak di lakukan di kampus Imam Bonjol Padang khususnya FUSA sehingga menambah manfaat keberadaan akademisi selaku cadiak pandai di dalam lingkungan masyarakat.