FUSA UIN Imam Bonjol Padang Jalin Sinergi dengan DLH Sumbar untuk AICONIC 2026

PADANG — Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang melakukan kunjungan audiensi ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat pada Rabu (20/5/2026). Pertemuan ini dilaksanakan guna mematangkan persiapan penyelenggaraan The 1st Annual International Conference on Islam and Culture (AICONIC) yang dijadwalkan berlangsung pada 14-15 September 2026 mendatang di The ZHM Premiere Hotel, Padang.  

Rombongan FUSA UIN Imam Bonjol Padang yang dipimpin langsung oleh Dekan FUSA, Dr. Sefriyono, S.Ag., M.Pd., Wakil Dekan 1 Dr. Junizar Suratman, M.Ag., Wadek 2 Dr. Ruaidah, M.Pd., dan Ketua Panitia AICONIC Joni Harnedi, M.I.S., disambut hangat oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, Tasliatul Fuaddi, S.HUT., M.H., beserta jajaran pejabat struktural DLH Sumbar.  

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mematangkan konsep serta membangun sinergi kebijakan pemerintah dengan pendekatan akademis, keagamaan, dan kebudayaan untuk menghadapi krisis lingkungan global. Konferensi internasional AICONIC perdana tahun ini mengangkat tema yang sangat krusial, yaitu “Islam, Ecology, and Culture: Responses to Global Environmental Crisis”.  

Tasliatul Fuaddi, S. Hut., M.H., memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif dan rencana pelaksanaan seminar internasional ini. Beliau menyatakan bahwa tema yang diusung oleh FUSA UIN Imam Bonjol Padang sangat relevan dengan kondisi riil daerah saat ini.

“Kami sangat mengapresiasi agenda besar ini. Langkah ini sejalan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta program gagasan DLH Provinsi Sumatera Barat, yaitu ‘Sumbar Bersatu’ (Sumbar Bersih Sampah Terpadu). Kolaborasi ilmiah berbasis nilai-nilai Islam dan kearifan lokal seperti Minangkabau memang sangat dibutuhkan untuk melengkapi pendekatan teknologi dalam menjaga kelestarian alam,” ujar Tasliatul Fuaddi.

Latar belakang pelaksanaan The 1st AICONIC 2026 ini dipicu oleh meningkatnya risiko bencana ekologis, termasuk di Sumatera Barat yang mencatatkan indeks risiko bencana cukup tinggi akibat banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, hingga meluasnya deforestasi. Melalui konferensi internasional ini, FUSA UIN Imam Bonjol Padang berupaya menggali kembali modal sosial berupa kearifan budaya Melayu dan Minangkabau serta ajaran Islam yang memposisikan manusia sebagai khalifah untuk perlindungan lingkungan hidup.  

Pertemuan audiensi yang berlangsung mulai pukul 11.00 WIB tersebut berjalan dengan sangat produktif. Acara kemudian diakhiri dengan sesi diskusi bersama di ruang rapat serta foto bersama sebagai simbol komitmen sinergi antara akademisi dan pemangku kebijakan daerah demi kelestarian lingkungan hidup di Sumatera Barat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top