FUSA UIN Imam Bonjol Padang Susun Kurikulum Baru, Enam Program Studi Melibatkan Pihak Internal (Dosen, Alumni, dan Mahasiswa) dan Eksternal (Stakeholder, Pakar, dan Asosiasi)

Padang – Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Imam Bonjol Padang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kurikulum Baru pada Rabu (17/6/2026) di Gedung J Kampus III UIN Imam Bonjol Padang. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan mahasiswa dari enam program studi di lingkungan FUSA sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kurikulum merupakan jantung dari proses pendidikan. Oleh karena itu, penyusunannya harus dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dosen, alumni, dan mahasiswa. Melalui FGD ini, kita ingin memastikan bahwa kurikulum yang disusun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman, sekaligus responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Adapun program studi yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi Program Studi Psikologi Islam (PI), Studi Agama-Agama (SAA), Ilmu Hadis (ILHA), Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) , serta Tasawuf dan Psikoterapi (TP).

FGD tersebut membahas berbagai aspek penting dalam pengembangan kurikulum, mulai dari review kurikulum dari internal yang melibatkan dosen, tendik, dan mahasiswa. Kemudian dilanjutkan review dari kalangan eksternal yang terdiri dari pakar, stakeholder dan asosiasi. Selanjutnya kegiatan evaluasi kurikulum ini dilaksanakan dengan melakukan penyusunan kurikulum baru yang terdiri dari : 1. Kegiatan FGD visi keilmuan, profil lulusan, CPL 2. FGD Penyusunan bahan kajian baban SKS dan nama mata kuliah,3. Kegiatan FGD pembuatan/revisi RPS , dan 4 Kegiatan FGD evaluasi ketercapaian CPL.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FUSA, Dr. Junizar Suratman, M.Ag, menegaskan bahwa penyusunan kurikulum merupakan agenda penting untuk memastikan lulusan FUSA mampu menjawab tantangan akademik dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Menurutnya, pengembangan kurikulum juga menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan penguatan daya saing lulusan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua Program Studi Psikologi Islam, Dr. Dewi Fitriana, M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa perubahan kurikulum merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam menghadapi dinamika perkembangan keilmuan dan tuntutan profesi. “Kurikulum harus terus diperbarui agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan bidang keilmuan masing-masing. Melalui forum ini, kami berupaya menyusun struktur kurikulum yang lebih relevan, integratif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi lulusan,” ungkapnya.

Selain menghasilkan pemetaan bahan kajian dan struktur kurikulum, forum ini juga membahas penetapan mata kuliah baru serta revisi sejumlah mata kuliah yang dinilai perlu disesuaikan dengan perkembangan keilmuan kontemporer. Setiap program studi diberikan ruang untuk merumuskan karakteristik keilmuan yang menjadi kekhasan masing-masing tanpa mengabaikan standar mutu pendidikan tinggi.

Kegiatan FGD berlangsung secara aktif dan partisipatif. Berbagai masukan dari dosen, alumni, serta mahasiswa menjadi bahan pertimbangan dalam merancang kurikulum yang lebih kontekstual dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui pengembangan kurikulum yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing, guna menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top