Padang, 26 Februari 2025-Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Imam Bonjol Padang sukses menyelenggarakan Studium General dengan tema Iman di Ujung Jari: Teologi (Ushuluddin) dan Pergulatan Identitas di Era Media Sosial. Acara ini menghadirkan narasumber terkemuka, Prof. Dr. Saifuddin Zuhri Qudsy, S.Th.I., MA., dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, seorang akademisi yang dikenal luas dalam bidang teologi dan studi agama kontemporer.
Acara ini dilaksanakan di Gedung J UIN Imam Bonjol Padang, dalam acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama beserta Wakil Dekan, para dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FUSA. Kehadiran para akademisi dan mahasiswa dalam jumlah yang banyak menunjukkan antusias yang tinggi terhadap isu-isu keagamaan di era digital.


Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Saifuddin Zuhri Qudsy membahas bagaimana media sosial telah menjadi ruang baru dalam membentuk dan mempertahankan identitas keagamaan seseorang. Ia menyoroti bagaimana teknologi digital dapat memengaruhi pemahaman teologis serta membentuk narasi keimanan yang lebih dinamis, sekaligus menghadirkan tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai keagamaan di tengah arus informasi yang cepat dan kompleks.
Diskusi dalam Studium General ini berlangsung interaktif, dengan mahasiswa dan dosen yang aktif mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan. Beberapa isu penting yang diangkat dalam sesi tanya jawab meliputi bagaimana menavigasi informasi keagamaan di media sosial, tantangan hoaks keagamaan, serta strategi dalam menjaga keberagamaan yang inklusif di era digital.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, dalam sambutannya, menekankan pentingnya acara seperti ini dalam membangun pemahaman keagamaan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman. Ia juga mengapresiasi kehadiran Prof. Dr. Saifuddin Zuhri Qudsy yang telah berbagi wawasan dan memberikan perspektif yang mendalam tentang tema yang diangkat.


Dengan terselenggaranya Studium General ini, diharapkan mahasiswa dan civitas akademika UIN Imam Bonjol Padang dapat semakin kritis dalam menyikapi fenomena keagamaan di media sosial serta tetap menjaga nilai-nilai keimanan dalam kehidupan digital. Acara ini ditutup dengan doa dan foto bersama sebagai kenang-kenangan atas momen berharga dalam dunia akademik FUSA UIN Imam Bonjol Padang. BERSINAR

